Waspada! Inilah 10 Bahaya Stroke Yang Bisa Terjadi

Bahaya Stroke Yang Bisa Terjadi

Bahaya Stroke Yang Bisa Terjadi ,- Stroke bukan penyakit asing lagi di masyarakat Indonesia, angkanya mencapai 12% per 1.000 penduduk. Hampir satu diantara tiga serangan stroke berakibat fatal.

Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit stroke bisa menimbulkan bahaya lain yang lebih serius atau bahkan membahayakan nyawa penderitanya.

Bahaya Stroke Yang Bisa Terjadi

Penyebab dan Gejala Stroke

Stroke termasuk penyakit kedua yang menyebabkan kematian didunia, setelah penyakit jantung iskemik. Posisi ini tidak berubah sejak tahun 2000, yang memakan korban sekitar 6,2 juta orang.

Penyakit stroke sendiri adalah penyakit yang terjadi ketika suplai darah ke otak terhambat atau pembuluh darah pecah sehingga sel-sel otak mati. Pria memiliki risiko stroke lebih tinggi dibandingkan wanita.

Pada awalnya, stroke akan menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh otak yang rusak tidak bisa berfungsi dengan baik. Umumnya gejala stroke muncul secara tiba-tiba dan bisa bervariasi pada setiap penderitanya.

Meski demikian, berikut 3 gejala utama stroke yang mudah dikenali, yaitu :

  • Lengan (arms), penderita tidak bisa mengangkat salah satu lengan karena terasa lemas atau mati rasa.
  • Wajah (face), wajah terlihat menurun pada satu sisi dan tidak bisa tersenyum karena mulut atau mata terkulai.
  • Cara bicara (speech), berbicara tidak jelas, kacau atau bahkan tidak bisa berbicara sama sekali meskipun penderita terlihat sadar.

Biasanya gejala-gejala ini akan semakin memburuk dalam jangka waktu 24 jam sampai 72 jam. Terkadang gejala juga bisa memburuk setelah 3 jam pertama serangan stroke.

Meski stroke menyerang hanya dalam waktu yang relative singkat dan dapat pulih sempurna, kondisi ini dapat secara mudah berujung pada stroke yang berdampak permanen. Kondisi yang parah dapat terjadi jika gejala stroke tidak terdeteksi, sehingga dibiarkan saja tanpa pengobatan.

Inilah Bahaya Stroke Yang Bisa Terjadi

Terdapat beberapa bahaya stroke yang bisa terjadi jika penyakit tidak segera ditangani dengan tepat. Berikut dampak negatif stroke untuk tubuh penderita, diantaranya :

  1. Deep Vein Thrombosis

Deep vein thrombosis yaitu penggumpalan darah di tungkai yang mengalami kelumpuhan. Kondisi ini terjadi akibat terhentinya gerakan otot tungkai, sehingga aliran dalam pembuluh darah vena tungkai terganggu.

  1. Gangguan Kognitif

Gangguan kognitif bisa terjadi akibat sel saraf di dalam otak tidak bekerja secara normal. Orang yang mengalami stroke akan mengalami kelemahan dalam berpikir sehingga sistem otak dalam bekerja pun tidak akan optimal.

  1. Disfagia

Kerusakan akibat stroke dapat mengganggu refleks menelan, yang akhirnya makanan dan minuman berisko masuk ke dalam saluran pernapasan. Kondisi ini dikenal dengan disfagia, yang bisa menyebabkan pneumonia aspirasi.

  1. Penglihatan Kabur

Penderita stroke bisa mengalami penglihatan kabur akibat bagian saraf di otak yang menuju ke penglihatan terganggu. Jika dibiarkan, kodnisi ini akan semakin parah dan berakibat pada kebutaan atau tidak bisa melihat lagi karena fungsi penglihatannya benar-benar telah rusak.

  1. Edema Otak (Pembengkakan Otak)

Pembengkakan pada otak bisa terjadi dengan cepat, dan menjadi lebih parah dalam waktu 3 sampai 5 hari setelah serangan stroke. Pembengkakan otak lebih mungkin terjadi pada penderita yang mengalami stroke akibat pendarahan darah kapal (hemorrhagic stroke).

  1. Pneumonia

Ketidakmampuan untuk bergerak setelah menderita stroke membuat penderita mungkin mengalami kesulitan menelan dengan sempurna atau sering terbatuk-batuk sehingga cairan terkumpul di paru-paru dan akhirnya terjadi pneumonia (radang paru-paru).

  1. Infeksi Saluran Kemih

Penyakit stroke dapat mempengaruhi kemampuan untuk buang air kecil, sehingga ketika buang air kecil penderita tidak bisa membuang urine sepenuhnya. Hal ini akan membuat saluran kemih terinfeksi.

  1. Kehilangan Indera Perasa

Penderita stroke mungkin kehilangan kemampuan indera yaitu rangsang sentuh atau jarak. Cacat sensori bisa mengganggu kemampuan penderita mengenal benda yang dipegangnya.

  1. Depresi

Dampak stroke yang paling menyulitkan penderita dan orang-orang yang berada disekitarnya adalah depresi. Hal ini terjadi karena keterbatasan akibat lumpuh, sulit berkomunikasi dan sebagainya, sehingga penderita stroke pun sering mengalami depresi.

  1. Hidrosefalus

Penderita stroke bisa mengalami hidrosefalus, yaitu komplikasi yang terjadi akibat menumpuknya cairan otak di dalam rongga otak (ventrikel). Dokter bedah saraf akan memasang sebuah selang ke dalam otak untuk membuang cairan yang menumpuk tersebut.

  1. Epilepsi

Epilepsi adalah aktivitas listrik berlebihan dari sel-sel otak yang memicu kejang. Kondisi ini terjadi sebagai akibat dari kerusakan sirkuit listrik di otak atau pembentukan jaringan parut. Sekitar 5% (satu dari dua puluh) penderita akan mengalami epilepsi setelah stroke.

  1. Merusak Jaringan Saraf

Stroke yang parah bisa menyebakan rusaknya jaringan saraf pada tubuh, sehingga anggota penting dalam tubuh tidak bisa berfungsi dengan baik. Jaringan saraf termasuk jaringan yang memiliki peran penting dalam aktifitas tubuh.

  1. Kelumpuhan

Kelumpuhan biasa terjadi akibat anggota tubuh, khususnya kaki tidak berfungsi lagi seperti biasanya. Sebenarnya kelumpuhan ini tidak hanya terjadi pada kaki tetapi juga pada anggota gerak lainnya seperti tangan, leher, dan anggota gerak lainnya.

  1. Koma

Koma adalah kondisi dimana orang seperti orang mati tetapi sejatinya dia masih hidup. Sebenarnya koma ini seperti kondisi hidup dan mati, karena sudah tidak lagi bisa diajak berkomunikasi. Jika sudah mengalami koma, harapan untuk hidupnya sudah kecil.

  1. Kematian

Bahaya stroke yang lebih parah yaitu kematian akibat saraf dalam tubuh sudah tidak mampu dalam melakukan aktifitas dan bekerja sesuai fungsi dalam tubuh. Kematian merupakan dampak dan bahaya terberat dari penderita stroke.

Mengingat bahaya stroke yang bisa terjadi tergolong mematikan, seseorang yang mendapati adanya gejala stroke harus segera periksa ke dokter dan tangani dengan tepat.

Jalani gaya hidup sehat agar risiko terkena stroke bisa diperkecil. Berhenti merokok, batasi konsumsi makanan berkolesterol, tidak konsumsi alcohol, dan rutin berolahraga adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit stroke.

Demikian artikel sederhana kami tentang Bahaya Stroke Yang Bisa Terjadi. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan Anda atau rasa menjawab rasa ingin tahu Anda.

Terimakasih telah berkunjung dan jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, silahkan share ke yang lainnya.

Posted by : obatstrokealami.my.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*